Mengenal Apa Itu Bloom’s Taxonomy

Setelah melewati lebih dari enam bulan menjadi mahasiswa master ada satu pelajaran yang akan selalu aku ingat. Kalau ditanya saran apa yang pertama diberikan bagi teman yang baru akan memulai kuliah masternya, maka jawabanku adalah: pehami betul Bloom’s Taxonomy. Bloom’s Taxonomy adalah klasifikasi dari tujuan belajar yang seharusnya dipegang oleh pendidik dalam menentukan tujuan belajar (learning objectives). Tujuannya sangat bagus yaitu untuk mencapai proses pendidikan yang holistik.

Bloom’s Taxonomy digunakan sebagai desain pembelajaran di perguruan tinggi dari S-1 sampai S-3. Desain inilah yang seringkali tidak dijelaskan kepada mahasiswa sehingga tujuan pengajaran tidak sampai. Pembahasan mengenai silabus dan kontrak belajar seringkali hanya sekedar formalitas dan tidak dianggap sebagai pertemuan yang serius.

Bloom’s taxonomy digambarkan dengan jelas di piramid di bawah ini. Ada enam klasifikasi tujuan pendidikan dari level S1 di dasar piramid sampai level S3 di puncak piramid.

 Bloom's Taxonomy

Semasa S1 kita lebih diarahkan untuk menguasai tingkat Knowledge dan Comprehension. Maka  yang kita lakukan adalah menghafal dan memahami sebuah materi kuliah. Pada level ini peserta didik diharapkan “tahu” tentang sebuah disiplin ilmu dan teori-teori yang ada. Peserta didik diharapkan bisa memberikan deskripsi dalam bidang ilmu yang dipelajarinya.

Menginjak ke tingkat S2 maka peserta didik tidak hanya bisa memberikan deskripsi namun bisa mengaplikasikan pengetahuan dan juga memberikan analisis. Kata kuncinya adalah berpikir kritis. Mahasiswa master diharapkan bisa menaruh sebuah proses berpikir dan tidak sekedar memberikan deskripsi. Mungkin pada awalnya susah untuk dipahami. Contoh sederhananya adalah ketika level S1 kita belajar tentang teori keagenan sehingga kita tahu definisi dari teori keagenan. Pada level S2 kita tidak hanya diharapkan bisa menjelaskan definisi teori keagenan namun juga bisa mengaplikasikan teori tersebut dalam sebuah situasi.

Kata mengaplikasikan terkadang membingungkan namun sebagai gambaran kita bisa menjelaskan bagaimana teori keagenan melatarbelakangi penentuan struktur kompensasi dewan direksi di sebuah perusahaan. Bisa juga kita menjelaskan mengapa perusahaan A dan B memiliki struktur kompensasinya yang berbeda melalui analisis dengan menggunakan teori keagenan. Kesimpulannya, level S1 akan berusaha menjawab pertanyaan apa? Sedangkan level S2 akan berusaha menjawaban pertanyaan mengapa? dan bagaimana?.

Nah saat menginjak level S3 maka peserta didik sudah dianggap menguasai level knowledge, comprehension, application, dan analysis. Mahasiswa level S3 diharapkan mampu menggunakan semua pengetahuannya untuk melakukan syntesis dan evaluation. Pertanyaan yang dijawab oleh mahasiswa S3 adalah jika … maka akan … Ada proses creative thinking dan juga judgment yang dominan dalam proses belajar di level doktor.

Bloom’s taxonomy juga menentukan level kebebasan belajar di setiap tingkatan pembelajaran perguruan tinggi. Di level S1, karena fokusnya adalah untuk memperoleh Knowledge dan Comprehension/Understanding, maka mahasiswa akan akan dibimbing penuh degan sedikit alokasi belajar sendiri. Baru di level S2 interaksi dengan pengajar sedikir berkurang dan kebebasan belajar sendiri memperoleh porsi yang lebih banyak. Tujuannya agar peserta ajar memiliki ruang dan waktu untuk memperoleh kemampuan Application dan Analysis. Pendidik hanya memberikan directed reading dan alokasi waktu untuk melakukan konfirmasi ilmu. Sampai level S3 maka proses pendidikan diserahkan sepenuhnya pada peserta ajar. Setelah memahami Bloom’s Taxonomy maka teman-teman bisa membayangkan harus bagaimana untuk bisa sukses di level belajar manapun yang teman-teman jalani. Semoga sukses!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s