Catch me if you can

Tulisan teman saya yang inspiratif. Worth to read!

#belajar sepanjang hayat

Ke luar negerinya nanti kalau kamu mau ambil master atau doktor saja. Ibu ingin kamu kuliah di Indonesia dulu Le.

Begitulah, sederhana saja kekata yang Ibu sampaikan padaku waktu itu. Ketika kelas dua belas sudah di penghujung tahun ajaran, saat semua anak SMA tingkat akhir sedang bersibuk mempersiapkan diri untuk masuk ke jenjang studi selanjutnya. Aku percaya kita berdua punya pemahaman yang sama, bahwa restu orangtua adalah kunci pembuka keberkahan bagi setiap aktivitas dan pilihan-pilihan dalam hidup. Hingga, cukuplah nasihat ini untukku waktu itu, untuk tak lagi tergiur dengan ajakan dari beberapa rekan turut berebut mendaftar universitas di negeri seberang, agar kemudian bisa berfokus dengan ujian yang akan berlangsung waktu itu.

Beberapa tahun berselang, ketika akhirnya aku tertakdir untuk melanjutkan studi di Yogyakarta, dalam sebuah perbincangan di tengah liburan, aku bertanya tentang alasan Ibu mewajibkanku untuk kuliah dulu di Indonesia. Beliau kemudian berkisah tentang kondisi desa kami, desa pinggiran yang…

Lihat pos aslinya 1.145 kata lagi

Inggris Cocok Untuk Lanjutkan Studi Ekonomi Syariah

Indonesian Education and Culture Attaché in London

Bogor, 23/5 (Antara) – Inggris merupakan negara yang cocok bagi para alumni STEI Tazkia yang ingin melanjutkan studi di luar negri, karena negara tersebut merupakan pusat perbankan dan keuangan internasional, termasuk juga keuangan syariah.

Demikian dikatakan Atase Pendidikan KBRI London, Prof. Dr. T.A. Fauzi Soelaiman ketika menerima rombongan mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia di London, Inggris, pekan ini.

Seperti dirilis Humas STEI Tazkia, Sentul City, Bogor, Kamis, rombongan mahasiswa saat ini mengadakan studi tur selama sepekan di beberapa universitas dan instansi di Inggris yang menawarkan program Islamic economics, banking, accounting, and finance.

Fauzi Soelaiman dalam acara silaturahim dengan rombongan Tazkia di KBRI London itu mengatakan, Inggris memiliki sejumlah universitas terbaik, termasuk di antaranya Oxford University yang mempunyai The Oxford Centre for Islamic Studies.

Pusat studi Islam di salah satu universitas tertua di dunia itu secara rutin tiap Rabu menggelar program dialog tentang keislaman, termasuk mengenai ekonomi Islam.

“Program…

Lihat pos aslinya 121 kata lagi

Mengenal Apa Itu Bloom’s Taxonomy

Setelah melewati lebih dari enam bulan menjadi mahasiswa master ada satu pelajaran yang akan selalu aku ingat. Kalau ditanya saran apa yang pertama diberikan bagi teman yang baru akan memulai kuliah masternya, maka jawabanku adalah: pehami betul Bloom’s Taxonomy. Bloom’s Taxonomy adalah klasifikasi dari tujuan belajar yang seharusnya dipegang oleh pendidik dalam menentukan tujuan belajar (learning objectives). Tujuannya sangat bagus yaitu untuk mencapai proses pendidikan yang holistik.

Bloom’s Taxonomy digunakan sebagai desain pembelajaran di perguruan tinggi dari S-1 sampai S-3. Desain inilah yang seringkali tidak dijelaskan kepada mahasiswa sehingga tujuan pengajaran tidak sampai. Pembahasan mengenai silabus dan kontrak belajar seringkali hanya sekedar formalitas dan tidak dianggap sebagai pertemuan yang serius.

Bloom’s taxonomy digambarkan dengan jelas di piramid di bawah ini. Ada enam klasifikasi tujuan pendidikan dari level S1 di dasar piramid sampai level S3 di puncak piramid.

 Bloom's Taxonomy

Semasa S1 kita lebih diarahkan untuk menguasai tingkat Knowledge dan Comprehension. Maka  yang kita lakukan adalah menghafal dan memahami sebuah materi kuliah. Pada level ini peserta didik diharapkan “tahu” tentang sebuah disiplin ilmu dan teori-teori yang ada. Peserta didik diharapkan bisa memberikan deskripsi dalam bidang ilmu yang dipelajarinya.

Menginjak ke tingkat S2 maka peserta didik tidak hanya bisa memberikan deskripsi namun bisa mengaplikasikan pengetahuan dan juga memberikan analisis. Kata kuncinya adalah berpikir kritis. Mahasiswa master diharapkan bisa menaruh sebuah proses berpikir dan tidak sekedar memberikan deskripsi. Mungkin pada awalnya susah untuk dipahami. Contoh sederhananya adalah ketika level S1 kita belajar tentang teori keagenan sehingga kita tahu definisi dari teori keagenan. Pada level S2 kita tidak hanya diharapkan bisa menjelaskan definisi teori keagenan namun juga bisa mengaplikasikan teori tersebut dalam sebuah situasi.

Kata mengaplikasikan terkadang membingungkan namun sebagai gambaran kita bisa menjelaskan bagaimana teori keagenan melatarbelakangi penentuan struktur kompensasi dewan direksi di sebuah perusahaan. Bisa juga kita menjelaskan mengapa perusahaan A dan B memiliki struktur kompensasinya yang berbeda melalui analisis dengan menggunakan teori keagenan. Kesimpulannya, level S1 akan berusaha menjawab pertanyaan apa? Sedangkan level S2 akan berusaha menjawaban pertanyaan mengapa? dan bagaimana?.

Nah saat menginjak level S3 maka peserta didik sudah dianggap menguasai level knowledge, comprehension, application, dan analysis. Mahasiswa level S3 diharapkan mampu menggunakan semua pengetahuannya untuk melakukan syntesis dan evaluation. Pertanyaan yang dijawab oleh mahasiswa S3 adalah jika … maka akan … Ada proses creative thinking dan juga judgment yang dominan dalam proses belajar di level doktor.

Bloom’s taxonomy juga menentukan level kebebasan belajar di setiap tingkatan pembelajaran perguruan tinggi. Di level S1, karena fokusnya adalah untuk memperoleh Knowledge dan Comprehension/Understanding, maka mahasiswa akan akan dibimbing penuh degan sedikit alokasi belajar sendiri. Baru di level S2 interaksi dengan pengajar sedikir berkurang dan kebebasan belajar sendiri memperoleh porsi yang lebih banyak. Tujuannya agar peserta ajar memiliki ruang dan waktu untuk memperoleh kemampuan Application dan Analysis. Pendidik hanya memberikan directed reading dan alokasi waktu untuk melakukan konfirmasi ilmu. Sampai level S3 maka proses pendidikan diserahkan sepenuhnya pada peserta ajar. Setelah memahami Bloom’s Taxonomy maka teman-teman bisa membayangkan harus bagaimana untuk bisa sukses di level belajar manapun yang teman-teman jalani. Semoga sukses!

Pengantar Corporate Governance – Storytelling

Tea and Textbooks

Storytelling merupakan salah satu metode pengajaran yang menarik. Mendengarkan rangkaian cerita akan jauh lebih berkesan daripada mendengar penjabaran sebuah teori. Storytelling memaksa sang pengajar mengaplikasikan teori dalam konteks cerita. Peserta didik didorong untuk membuat sintesis cerita dan menginterpretasikan sendiri pelajaran yang didapatnya. Dengan begitu kelas akan lebih menarik dan tidak monoton.

Tulisan ini berisi contoh storytelling dalam Corporate Governance. Ada beberapa kisah kejahatan finansial yang diceritakan melalui sudut pandang Corporate Governance. Alih-alih menjelaskan tentang definisi, kuliah pengantar bisa digantikan cerita nyata. Cerita ini diambil dari buku teks Corporate Governance tulisan Robert A.G. Monks. Semoga bisa memberikan gambaran apa itu Corporate Governance.

 #KISAH A

Seorang CEO yang sangat sukses menemui dewan direksi. Dia menginginkan kontrak kerja. Bukan permintaan yang normal dan wajar bahkan sangat tidak biasa. Sepertiga dari CEO perusahaan Fortune 500 memiliki kontrak tertulis, kontrak menunjukan adanya negosiasi yang mengarah kepada kesepakatan lama kontrak dan paket remunerasi. Yang membuat sedikit tidak biasa adalah sang CEO meminta kontrak setelah tiga tahun bekerja tanpa kontrak. Yang membuat sangat tidak biasa adanya bagian kontrak yang menyatakan bahwa dugaan kejahatan tidak bisa dijadikan dasar pemutusan kontrak kecuali jika kejahatan itu secara langsung dan secara material merugikan perusahaan.

Hah?

Mungkin kita berpikir dewan direksi yang dihadapkan pada kontrak tersebut akan bertanya-tanya. Salah satu mungkin akan bertanya, “Mengapa sekarang – mengapa anda memerlukan kontrak sekarang ketika sebelumnya anda tidak memerlukan kontrak?” Yang lain mungkin akan bertanya, “Apa yang sebenarnya dimaksud dengan kata kejahatan –  apa yang ingin anda sampaikan kepada kami?

Namun tidak satupun anggota dewan direksi yang bertanya. CEO tersebut pada kenyataannya sangat sukses. Menghasilkan banyak uang. Beberapa direksi memperoleh side payment yang cukup besar dari kesepakatan-kesepakatan yang dibuat perusahaan. Direksi dari Tyco menandatangi kontrak tersebut.

#KISAH B

Dewan direksi di perusahaan sukses lainnya sedang mendengarkan presentasi mengenai “special purpose entity” yang memungkinkan laporan keuangan perusahaan nampak lebih baik dengan mengeluarkan utang-utang perusahaan dari neraca. Namun ada satu masalah kecil. Kesepakatan mengenai “special purpose entity” ini melanggar aturan konflik kepentingan perusahaan karena membolehkan insider untuk berada pada kedua pihak dalam transaksi. Dewan direksi diminta untuk tidak mengindahkan aturan tentang konflik kepentingan tersebut.

Hah?

Mungkin kita berpikir bahwa dewan direksi yang dihadapkan pada proposal tersebut akan mengajukan beberapa pertanyaan. “Mengapa bukan pihak luar perusahaan saja yang menjalankannya?” “Adakah sesuatu yang tampak bagus di kertas atau adakah keuntungan aktual?”

Namun dewan tidak menanyakan apapun. Perusahaan tersebut, seperti yang disebut di atas, sangatlah sukses. Menghasilkan banyak uang. Beberapa direksi memperoleh side payment yang cukup besar dari kesepakatan-kesepakatan yang dibuat perusahaan. Direksi dari Enron sepakat dengan pengecualian aturan. Tiga kali secara terpisah.

 #KISAH C

Lulusan dari United States Military Academy di West Point, tempat yang mengajarkan prinsip “duty, honor, country,” pensiun dari militer sebagai jenderal dan bekerja untuk perusahaan besar dan sukses. Dia berpartisipasi dalam tur untuk melihat operasi perusahaan sebagai analis keamanan. Tur tersebut termasuk mengunjungi ruang perdagangan sekuritas palsu dimana sekretaris perusahaan seolah-olah sedang melakukan negosiasi transaksi, melihat komputer yang tidak terhubung dengan apapun dan berbicara dengan pekerja lain melalui telepon. Dia kemudian mengaku mengetahui bahwa ruang perdagangan sekuritas itu palsu. Dia tidak mengatakan apapun.

Hah?

Tom White, mantan jenderal, dibayar lebih dari 32 juta dollar oleh Enron pada tahun tersebut.

 #KISAH LAINNYA

  • Seorang CEO meminta dewan direksi untuk pinjaman sebesar lebih dari 400 juta dollar. Berdasarkan paparan publik, utang itu akan digunakan untuk membayar utang yang telah diamankan dengan saham CEO itu dan pinjaman tersebut digunakan untuk tujuan bisnis pribadi. Direksi WorldCom menyetujuinya.
  • Seorang CEO memberitahu direksi bahwa ada satu akuisisi yang tidak sesuai. Dia menawarkan untuk mengeluarkannya dari pencatatan dengan membelinya seharga satu dolar. Direksi Hollinger menyetujui permintaan CEO tersebut.
  • Seorang CEO mengatakan kepada dewan direksi bahwa dia ingin mengambil porsi perusahaan privat untuk dirinya sendiri, dengan dia sebagai CEO di kedua perusahaan, memperoleh bayaran secara terpisah. Mereka sepakat. Dia kemudian menjual perusahaan privat miliknya kembali ke perusahaan publik, memperoleh tidak hanya keuntungan tetapi juga investment banking fee. Direksi Warnaco menyetujuinya.
  • Seorang CEO melakukan panggilan telepon kepada investor institusional yang sepakat untuk menolak proposal merger yang diajukan sang CEO, dia mengingatkan mereka bahwa perusahaannya memiliki bisnis yang signifikan dengan perusahaan induk investor institusional. Deutsche Asset Management merubah suara mereka.

Apa yang salah disini? Bagaimana bisa orang yang berbeda di posisi yang berbeda-beda membuat banyak keputusan buruk? Bagaimana bisa corporate governance yang memiliki konsep bagus justru menjadi sumber skandal perusahaan, berita koran, dan juga pelajaran di sekolah bisnis?

Menarik bukan? Kisah singkat ini membuat kita bertanya-tanya dan berusaha mengkritisi keadaan. Storytelling bisa mendorong peserta didik untuk membuat pertanyaan sederhana yang memerlukan jawaban besar. Mampu memunculkan pertanyaan menurutku adalah salah satu indikator keberhasilan pengajaran. Bertanya adalah skill, lebih jelasnya bertanya adalah transferable skill. Pengajar berkewajiban untuk menyalurkan skill ini ke peserta didik. Menghilangkan rasa enggan dan rasa malas untuk bertanya. Mari dicoba! Semoga tulisan ini bermanfaat.

Facebook vs Google Display Network

Menampilkan infografis adalah cara yang efektif dan lagi menarik untuk menjelaskan sebuah informasi. Bagi pembaca, melihat informasi dalam gambar, tabel, dan grafik jika disajikan secara menarik akan jauh menyenangkan daripada membaca rincian informasi berupa paragraf yang panjang. Sesuai tips klasik dalam menulis: satu gambar bisa bernilai ribuan kata. Sebagai gambaran berikut adalah contoh infografis yang berusaha menjelaskan perbandingan antara Facebook dan Google Display Network.

Gambar

Software Produktifitas – Note Taking Apps

Salah satu fungsi smartphone yang tidak kalah penting adalah fungsi organisasi tugas. Bagi yang mengenal istilah to-do list maka itulah ide dasar software produktifitas sebagai pengorganisasi tugas. Saat ini software produktifitas tidak hanya mengerjakan fungsi pengingat pekerjaan (to-do list). Sebagian besar software sudah menyediakan penyimpanan tulisan, gambar, dan suara. Bagi yang kesulitan mencatat apapun yang ada di pikiran maka menggunakan software produktifitas adalah pilihan yang tepat.

Ada beberapa kemudahan yang disediakan oleh sebagian besar software produktifitas. Pertama adalah software ini gratis untuk diunduh. Sebenarnya tidak sepenuhnya gratis karena kita harus membayar jika ingin merasakan pengalaman penuh dalam menggunakan software. Kedua adalah fasilitas sinkronisasi. Sinkronisasi menjadi penting ketika kita ingin mengakses catatan dari gadget yang berbeda. Kita bisa mengakses catatan dari tablet atau laptop tanpa harus menggunakan smartphone. Ketiga adalah multiplatfrom, software produktifitas bisa diinstal di sistem operasi yang berbeda.  Berikut ini akan diulas secara singkat beberapa software produktifitas populer

1. EVERNOTE

Evernote

Evernote menyediakan fasilitas penyimpanan catatan berupa teks, gambar, dan suara. Software ini sudah tersedia di semua platform populer seperti Android, iOS, Blackberry, dan Windows 8. Evernote tersedia baik versi mobile device, computers, dan browser extentions. Fitur dari evernote antara lain membuat catatan tulis, gambar, dan catatan suara. Software ini juga bisa membuat klip halaman web. Kemudian ada juga sinkronisasi catatan antar alat komunikasi.

2. GOOGLE KEEP

Google keep logo

Software yang baru diluncurkan baru-baru ini oleh Google bertujuan untuk menyaingi popularitas Evernote. Google Keep baru tersedia di platform Android. Jika OneNote terhubung dengan fasilitas SkyDrive, maka Google Keep sudah langsung terhubung dengan penyimpanan Google Drive. Fitur yang dimiliki Google Keep hampir mirip dengan Evernote. Namun Google Keep memberikan fitur keren lain seperti catatan suara yang secara automatis transcribed, kemudian integrasi dengan Android, dan softaware ini bisa mengubah catatan menjadi checklist.

3. WUNDERLIST

wunderlist2

Software keluaran Jerman ini adalah App of the Year di Japan dan iPhone app of the Week di 104 negara. Software produktifitas ini sudah tersedia di Android, iPhone, Ipad, Windows, dan Mac. Tidak lupa Wunderlist juga sudah tersedia dalam bentuk browser extention. Beberapa fitur menarik dari Wunderlist adalah Cloud Sync, List, Recuring & Subtasks, Reminder, Collaborate, Notifications, Sharing, dan Good design

4. CATCH

catch

Software cantik ini menyediakan fasilitas catatan dengan berbagai warna untuk menandai setiap kategori. Software Catch hanya tersedia versi mobile dan juga browser extentions selain itu software ini tidak memiliki integrasi dengan fasilitas penyimpanan online. Keunggulan Catch adalah navigasi dan tampila n yang sederhana. Fitur yang disediakan Catch antara lain bisa membuat catatan tulis, suara, dan foto. Selain itu Catch memungkinkan untuk kolaborasi to-do list, pengaturan pengingat, dan fitur berbagi catatan.

5. MICROSOFT OneNote

unnamed

Pengguna setia microsoft office pasti tahu salah satu lini penting office: OneNote. OneNote didesain khusus untuk memberi kemudahan dalam membuat catatan dengan fasilitas autosave. Software buatan Microsoft ini menyediakan fasilitas sinkronisasi yang mengagumkan dengan koneksi ke penyimpanan online SkyDrive. Darimanapun teman-teman menulis di OneNote, maka secara automatis akan tersimpan di SkyDrive. Saat ini OneNote versi Windows sudah tersinkronisasi dengan baik dengan versi mobile.

Screenshot_2013-04-15-22-52-26 Screenshot_2013-04-15-22-51-52 Screenshot_2013-04-15-22-52-51 Screenshot_2013-04-15-22-53-43 Screenshot_2013-04-15-22-56-50